Posted by: Vee | December 12, 2009

03 ^_^

Posted by: Vee | December 12, 2009

02 ^_^

Posted by: Vee | December 12, 2009

01 ^_^

Posted by: Vee | December 12, 2009

Perawatan Gigi Bayi Sehari-hari

Bayi usia 0-6 bulan umumnya belum memiliki gigi susu. Namun begitu, kegiatan membersihkan lidah dan gusinya sudah harus dilakukan begitu selesai menyusu dan sebelum tidur malam. Berikut langkah-langkahnya:

* Sediakan potongan kain kasa atau kain steril yang lembut.

* Celupkan/basahi kain tersebut dengan air matang.

* Balutkan kain pada jari telunjuk ibu/ayah.

* Bersihkan mulut dan gusi si kecil secara perlahan.

* Posisikan bayi berbaring agak tegak atau duduk di pangkuan kalau sudah bisa.

Gigi Bayi

* Bila gigi susu bayi sudah muncul, gunakan sikat gigi mungil. Jika hendak menggunakan pasta gigi, sediakan lap basah karena si kecil belum bisa berkumur. Posisikan ia duduk di pangkuan.

Arah membersihkannya bisa vertikal maupun horisontal. Yang penting seluruh permukaan gigi, baik bagian luar maupun dalam (yang menghadap ke lidah), dan sela-selanya ikut dibersihkan.

* Kalau sudah selesai, seka pasta giginya dari mulut dan bibir dengan lap basah sampai bersih.

Gigi Anak

Lakukan langkah-langkah menggosok gigi yang terbaik seperti ini:

* Gosok gigi searah, dari atas ke bawah untuk gigi atas; dan sebaliknya dari bawah ke atas untuk gigi bawah. Inilah prinsip menyikat “dari merah ke putih” atau dari gusi ke ujung gigi agar kotoran yang tersapu tidak balik lagi. Gerakan searah juga menjaga kesehatan gusi.

* Buatlah gerakan mengeluarkan kotoran dari sela-sela gigi.

* Gosoklah perlahan semua permukaan gigi mulai dari bagian dalam, tengah, dan luar.

* Bersihkan juga langit-langit, dinding mulut, dan permukaan lidah.

* Usahakan air yang digunakan untuk menggosok gigi bersih dan jernih. Untuk anak yang baru belajar berkumur sediakan air matang.

* Jangan berkumur terlalu banyak supaya masih tersisa fluoride untuk menjaga kekuatan gigi.

Waktu Gosok Gigi

Waktu terbaik untuk menggosok gigi adalah setelah makan dan sebelum tidur. Menggosok gigi setelah makan bertujuan mengangkat sisa-sisa makanan yang menempel di permukaan ataupun di sela-sela gigi dan gusi. Sedangkan menggosok gigi sebelum tidur berguna untuk menahan perkembangbiakan bakteri dalam mulut karena dalam keadaan tidur tidak diproduksi ludah yang berfungsi membersihkan gigi dan mulut secara alami. Untuk itu usahakan gigi betul-betul dalam kondisi bersih sebelum tidur. Nah, ketika bangun pagi, gigi masih relatif bersih sehingga menyikatnya bisa dilakukan setelah sarapan.

Pilih Dan Ganti Sikat Gigi

Untuk anak, pilih sikat gigi yang ukurannya kecil dengan tangkai yang mudah digenggam. Bulu sikatnya halus tapi kuat. Bagian ujung kepala sikatnya menyempit agar mudah menjangkau bagian dalam. Untuk bayi, ada pilihan sikat gigi karet, bulu, atau sikat gigi sarung untuk dipakai pada jari telunjuk ayah/ibu. Jika gigi sudah keluar lebih dari 8, bersihkan dengan sikat gigi bayi yang mempunyai ujung kecil dan berbulu halus, dengan kode ukuran P20, atau yang berbulu karet.

Selanjutnya, anak 1-5 tahun bisa memakai sikat dengan 3 deret bulu. Di usia 6 tahun ke atas (periode gigi geligi bercampur), selain sikat dengan 3 deret bulu dapat pula dipakai sikat dengan 4 deret bulu.

Jika memakai bulu sikat yang keras maka gusi akan mengalami abrasi. Jaringan gusi akan rusak sehingga akar gigi akan terbuka. Akar gigi yang tidak dilapisi email ini akan terasa ngilu ketika mengonsumsi makanan. Gantilah sikat gigi kalau bulunya sudah mekar atau tidak beraturan agar tidak melukai gusi.

Porsi Pasta Gigi

Pasta gigi tidak diwajibkan bagi bayi dan balita. Jadi, kalau anak tak mau, ya jangan dipaksa. Kenalkan saja secara perlahan. Pasta gigi pada prinsipnya dibuat dengan kandungan bahan-bahan pelindung permukaan gigi.

Salah satunya fluoride yang sampai kadar tertentu membuat gigi tetap kuat. Kandungan fluoride dalam pasta gigi anak umumnya masuk kategori aman. Namun sebaiknya, pilih pasta dengan kandungan fluoride paling sedikit. Ketika hendak menyikat gigi, oleskan pasta gigi sedikit saja, yakni tidak lebih dari ukuran sebutir kacang polong.

Hilman Hilmansyah

Konsultan ahli:
Drg. Risqa Rina Darwita, PhD
dari Fakultas Kedokteran Gigi UI

Diambil dari milis bayi-kita

Sumber: http://bayikita.wordpress.com/2008/02/15/perawatan-gigi-bayi-sehari-hari/

Posted by: Vee | December 12, 2009

Kesehatan Gigi Anak

Apa yang dikonsumsi anak akan mempengaruhi kesehatan giginya. Terlalu banyak karbohidrat, baik gula (misalnya, kue, permen, susu, makanan dan minuman manis lainnya) maupun tepung-tepungan (misalnya keripik kentang atau singkong) dapat mengakibatkan pengeroposan gigi. Seberapa lama karbohidrat menempel pada gigi adalah penyebab utama pembusukan gigi. Hal terbaik yang Anda dapat lakukan sebagai orang tua adalah untuk mengajarkan anak Anda untuk memilih makanan sehat. Berikut adalah beberapa contoh makanan yang baik untuk gigi dan beberapa tips lainnya:

  • Buah dan sayuran: tawarkan buah-buahan atau sayuran sebagai makanan selingan. Buah-buahan yang mengandung kadar air yang tinggi seperti semangka, melon, apel dan pepaya adalah pilihan yang terbaik. Batasi konsumsi pisang karena mengandung kadar gula yang tinggi. Sebaiknya setelah memakan pisang, anak langsung menggosok gigi.
  • Hindari makanan yang lengket seperti permen, madu dan lainnya yang mudah menempel pada gigi serta sulit dibersihkan. Apabila mengkonsumsi makanan tersebut, sebaiknya segera menggosok gigi.
  • Berikanlah makanan manis sebagai makanan pencuci mulut setelah makan. Biasanya pada waktu makan, produksi air ludah lebih banyak sehingga makanan dapat lepas dari gigi. Minum pada saat makan juga membantu membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan.
  • Jangan biasakan anak untuk ngemil atau jajan. Frekuensi jajan jauh lebih penting dibandingkan jumlah asupan. Waktu diantara jam makan memungkinkan air ludah untuk membersihkan sisa-sisa makanan di gigi yang menjadi tempat bakteri berkembang. Dengan sering jajan, tanpa membersihkan gigi setelahnya, membuka kesempatan bagi bakteri untuk berkembang, yang kemudian membentuk plaque yang mengakibatkan pembusukan gigi. Usahakan untuk membatasi jajanan hingga 2 kali dalam satu hari dan gosoklah gigi setelah mengkonsumsinya.
  • Hindari makanan bergula yang menempel pada gigi. Permen, lollipop, dan permen pedas lainnya juga dapat merusak gigi karena lengket pada gigi.
  • Belilah makanan yang bebas gula dan tidak menggunakan pemanis.
  • Janganlah memberikan susu formula, jus atau minuman bersoda pada saat menidurkan anak. Apabila anak Anda memerlukan minum pada saat tidur, berilah air putih.
  • Tawarkan anak anda minum air putih. Jus, soda bahkan susu mengandung gula. Air tidak merusak gigi dan dapat membersihkan sisa makanan pada gigi.
  • Pastikan asupan kalsium anak cukup agar giginya kuat. Sumber kalsium yang baik adalah susu, brokoli dan yogurt.
  • Apabila anak anda suka memakan permen karet, pilihlah permen karet yang mengandung pemanis xylitol atau yang bebas gula. Xylitol terbukti mengurangi jumlah bakteri didalam mulut, dan gerakan mengunyah meningkatkan air ludah dalam mulut.
  • Gunakanlah produk pasta gigi yang mengandung fluoride, bersihkan dan gosoklah gigi anak anda setiap hari. Cara terbaik untuk mencegah kerusakan gigi adalah untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Fluoride akan menyusup masuk diantara gigi dan mencegah kerusakan pada gigi. Sikatlah gigi anak anda setidaknya dua kali setiap hari atau apabila memungkinkan setelah setiap kali setelah jajan. Tapi ingat, gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk anak yang sudah bisa membuang pasta dari dalam mulut.
  • Jangan lupa menyikat gigi anak anda setelah memberikannya obat. Obat-obatan seperti obat batuk mengandung gula yang oleh bakteri di dalam mulut digunakan untuk memproduksi asam. Asam akan merusak enamel – lapisan pelidung gigi yang paling luar.
  • Kunjungilah dokter gigi secara teratur. Umumnya dianjurkan untuk memeriksakan gigi anak mulai usia 1 tahun atau dalam kurun waktu 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh. Kunjungan ke dokter gigi secara teratur juga akan mendeteksi kerusakan atau masalah perkembangan gigi sejak dini.

Disadur dari : http://sulur.students-blog.undip.ac.id/2009/05/28/kesehatan-gigi-anak/

Posted by: Vee | November 22, 2009

FunnyBaby

Posted by: Vee | November 22, 2009

Hello world! Assalammu’alaikum…

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.